Sabtu, 19 Maret 2016

HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN BIDANG TEKNIK INFORMATIKA

Nama  : Albertus Dwi Septianto
NPM    : 50415451
Kelas    : 1IA01

HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN BIDANG TEKNIK INFORMATIKA

PENGERTIAN INFORMATIKA:

Informatika (Inggris: Informatics) merupakan disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi. Disiplin ilmu ini mencakup beberapa macam bidang, termasuk di dalamnya: sistem informasi, ilmu komputer, ilmu informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen. Secara umum informatika mempelajari struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi. Aspek dari informatika lebih luas dari sekadar sistem informasi berbasis komputer saja, tetapi masih banyak informasi yang tidak dan belum diproses dengan komputer.

Informatika mempunyai konsep dasar, teori, dan perkembangan aplikasi tersendiri. Informatika dapat mendukung dan berkaitan dengan aspek kognitif dan sosial, termasuk tentang pengaruh serta akibat sosial dari teknologi informasi pada umumnya. Penggunaan informasi dalam beberapa macam bidang, seperti bioinformatika, informatika medis, dan informasi yang mendukung ilmu perpustakaan, merupakan beberapa contoh yang lain dari bidang informatika.

PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR:

ilmu budaya dasar adalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Menurut Prof Dr. Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

1. Ilmu-ilmu Alamiah

Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100% benar dan 100% salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.

2. Ilmu-ilmu Sosial

Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100% benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dan sebagainya.

3. Pengetahuan Budaya

Pengetahuan Budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dan lain-lain. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu Budaya Dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar :

·         Ilmu budaya dasar bertujuan untuk mengenal dirinya sendiri lebih dalam maupun orang lain yang ia kenal luarnya saja

·         Mengenal perilaku diri sendiri maupun perilaku orang lain

·         Untuk pergaulan hidup dimasyarakat luas

·         Tidak terjerumus ke sifat-sifat kedaerahan dan sifat-sifat kekotaan

·         Memiliki pemikiran dan penglihatan yang jelas serta yang mendasar serta menghargai budaya yang ada disekitarnya dan ikut melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita

·         Peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta prilaku dan ketentuan manusia yang diciptakannya.

Ilmu budaya dasar memegang peranan penting dalam bidang ilmu lain yang ada didunia ini, oleh karena ilmu budaya dasar memiliki tujuan untuk lebih mengenal diri dan lingkungan manusia dimana mereka hidup. Sehingga ilmu budaya dasar pun berhubungan dengan bidang informatika, dimana sebagai ahli computer atau ahli dalam bidang informatika, diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah yang ada di sekitar yang berhubungan dengan kemasyarakatan dan kebudayaan dengan teknologi yang sedang berkembang saat ini. Selain itu, ilmu budaya dan ilmu informatika memiliki keterkaitan yang erat, ilmu budaya sebagai indra untuk mengetahui keadaan dan permasalahan yang ada, sedangkan ilmu informatika digunakan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi. Oleh karena itu, ilmu budaya dasar dan ilmu informatika tidak dapat dipisahkan.


TANTANGAN DALAM MEMBUAT PRODUK DI BIDANG IT


Berbagai permasalahan di dunia ini begitu banyak, sehingga perlu ide-ide cemerlang yang harus di implementasikan kedalam alat yang dapat membantu permasalahan manusia tersebut. Untuk sekarang ini, sudah banyak aplikasi yang digunakan masyarakat, salah satu nya adalah ojek online. Yang dimana pengguna dengan mudah dapat mencari ojek melalui handphonenya atau sekarang lebih terkenal disebut dengan smartphone. Bukan hanya untuk transportasi, namun dapat juga sebagai kurir barang ketika kita membutuhkan jasa tersebut dengan cepat.

Zaman sekarang ini, salah satu permasalahan yang utama adalah kecelakaan kendaraan. Salah satu penyebab kecelakaan adalah kurang fokusnya pengendara akibat menggunakan telepon genggam saat berkendara. Oleh Karena hal itu, saya mempunyai ide khususnya untuk pengendara sepeda motor yaitu system navigasi berbasis Virtual Reality. Dalam system navigasi ini, menggunakan kaca helm sebagai sensor untuk membaca ‘marker’ yang telah dibuat disepanjang jalan melalui marka jalan, dan pengendara dapat mengetahui jalan atau rute yang cepat untuk mencapai suatu tempat yang di inginkan. System navigasi ini juga terintegrasi dengan handphone untuk mengatur titik awal dan titik akhir dari navigasi tersebut. Sehingga, pengendara motor tidak perlu lagi menggunakan handphone untuk menggunakan system navigasi dalam handphonenya sambal berkendara, yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan karena kurangnya focus dalam berkendara.

System navigasi berbasis virtual reality dalam realisasinya pun masih sangat sulit dikarenakan beberapa factor yang mempengaruhinya antara lain :

·         Dukungan pemerintah
·         Sumber daya manusia
·         Sumber daya teknologi
·         Biaya


Dukungan pemerintah dalam hal ini adalah untuk pengimplementasian marker berupa marka jalan, agar system navigasi dapat bekerja dengan baik. Selain itu, dalam segi sumber daya manusia mungkin masih sedikit orang yang hebat dan ingin berkontribusi untuk negara, karena sedikit kesalahan pada system pemerintahan yang terkadang mengabaikan talenta-talenta hebat anak bangsa. Selanjutnya adalah sumber daya teknologi, teknologi yang digunakan pastinya sangat modern, dan teknologi yang digunakan harus diimport dari luar negeri yang menyebabkan biaya produksi begitu mahal. Padahal, di Indonesia diharapkan dapat mengembangkan system navigasi ini dengan murah, agar terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Realitas_maya


Senin, 11 Januari 2016

PENGARUH MUSIK TERHADAP KECERDASAN ANAK

Nama : Albertus Dwi Septianto
NPM : 50415451



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Musik merupakan hal yang tidak asing di telinga masyarakat dunia. Ternyata, meskipun masyarakat menganggap bahwa musik itu sangat sederhana asalkan bisa dinikmati, musik memendam banyak misteri yang nyaris tak terpecahkan. Banyak jenis musik dan komposisi yang beredar di kalangan masyarakat.
Masyarakat Indonesia, khususnya pelajar cenderung gemar mendengarkan musik yang nyaring dan memilki tempo cepat. Kebanyakan dari mereka juga mendengarkan musik-musik dan lagu beraliran heavy rock yang penuh dentuman dan suara yang memekakkan telinga.
Masyarakat awam lebih minat mendengarkan musik-musik dengan komposisi yang sederhana seperti musik pop apalagi jika liriknya mudah dihafal dan enak di telinga. Mereka tidak terlalu memikirkan dampak apa saja yang bisa diperoleh dengan genre yang demikian. Sedangkan musik yang sukar untuk dinikmati karena sentuhan seninya lebih murni hanya kerap dinikmati oleh masyarakat elit atau mungkin yang berjiwa seni tinggi saja.
Musik merupakan suatu kebutuhan pokok bagi setiap manusia, karena musik dapat menjadikan orang merasa senang, gembira dan nyaman. Musik bisa menjadi efektif di bidang akademis dengan membantu pembentukan pola belajar, mengatasi kebosanan dan menangkal kebisingan eksternal yang mengganggu. Membuat musik secara aktif berpengaruh pada perkembangan mental dan fisiologis otak. Kegiatan ini membantu pembentukan jalur-jalur saraf yang berhubungan dalam otak dan dengan cara mendorong terbentuknya hubungan antarsel otak. Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan mental dan fisik seseorang. Musik juga dapat membantu kita merasa bertenaga, percaya diri, mengurangi kesedihan, menghapus kemarahan, melepaskan stres serta mengurangi rasa takut dan cemas.
Musik harus dikenalkan sedini mungkin pada anak bahkan sejak dalam kandungan anak sudah dirangsang dengan jenis musik yang dapat mengembangkan kecerdasan anak yaitu jenis musik klasik. Memperdengarkan musik atau suara lain yang menyenangkan bagi bayi yang masih dalam kandungan ternyata bisa menstimulasi sistem pendengaran mereka dan berpengaruh positif pada respons mereka terhadap musik dan suara-suara lain setelah mereka lahir. Bayi-bayi ketika di dalam kandungan mendengarkan musik yang rileks dan menenangkan ternyata tumbuh dan bertambah berat badannya dengan mudah serta lebih damai dengan diri mereka sendiri dan lingkungan sekitarnya, begitu mereka hadir di “dunia nyata”. Lingkungan terutama orang tua berperan penting untuk menumbuh kembangkan kecerdasan yaitu salah satu diantaranya lewat musik. Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasannya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Musik yang didengar berupa irama dan nada-nada yang teratur dari perpaduan seimbang antara beat, ritme dan harmoni.

BAB  II
PEMBAHASAN

2.1 Hakikat Musik
2.1.1 Pengertian Musik
Definisi music sangat beragam. Musik adalah bagian dari kehidupan dan perkembangan jiwa manusia. Sejak anak dilahirkan, dia telah memiliki aspek tertentu dari musik yang menjadi  bagian  pengalaman  alami dari kehidupannya. Saat mulai belajar tentang musik sama dengan saat mulai belajar apa saja. Musik adalah wadah segala jenis pendidikan kanak-kanak. Hal itu muncul secara alami menjadi kebutuhan kanak-kanak. Menurut Allegory of musik karya Lorenzo Lippi,  musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam. Menurut Aristoteles. musik yaitu mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, jiwa patriotisme. Mendengarkan musik dapat membantu mengurangi sedikit beban pikiran melalui bernyanyi dapat mencurahkan perasaan yang ada dalam hati. Misalnya di saat sedih mendengarkan lirik musik yang sedih maka perasaan akan lega bahkan sampai menangis.
2.1.2 Unsur-unsur Musik
Musik adalah bagian dari kehidupan dan perkembangan jiwa manusia. Sejak lahir anak telah memiliki beberapa unsur musik seperti suara dan melodi.
Beberapa unsur musik diantaranya :
a.  Suara
Dalam musik gelombang suara biasanya dibahas tidak dalam panjang gelombangnya maupun periodenya, melainkan dalam frekuensinya. Aspek-aspek dasar suara dalam musik dijelaskan dalam tala (tinggi nada), durasi (beberapa lama suara ada), intensitas dan timbre (warna bunyi).
b.  Nada
Suara dapat dibagi-bagi ke dalam nada yang miliki tinggi nada tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda, tangga nada yang paling lazim adalah tangga nada mayor, tangga nada minor dan tangga nada pentatonik.
c.  Ritme / Irama
Ritme adalah pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan.
d.  Melodi                                            
Melodi adalah serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat dibunyikan sendiri yaitu tanpa iringan atau dapat merupakan bagian dari rangkaian akord dalam waktu.
e.  Harmoni
Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan. Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akord.
f.  Notasi
Notasi musik merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi balok, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu digambarkan secara horizontal. Musik adalah perpaduan keseimbangan antara unsur-unsur musik. Unsur-unsur musik diantaranya suara, nada, ritme, melodi, harmoni dan notasi. Musik menjadi bagian alami dari kehidupan. Contoh : dalam dekapan seorang ibu, anak mendengar suara ibu melantunkan senandung yang akhirnya membuat lelap tidurnya.
2.2  Pengaruh Musik Terhadap Kecerdasan
Berdasarkan pengamatan pada sejumlah anak, para peneliti dari Universitas California menyimpulkan bahwa belajar musik pada usia dini dapat meningkatkan kecerdasan seperti kemampuan bernalar dan berpikir dalam jangka panjang. Hasil penelitian ini begitu menarik perhatian sehingga buku The Mozart Effect karangan Don Campbell (1997), begitu monumental . Menurut Ahli saraf dari Harvard University, Mark Tramo, M.D., getaran musik yang masuk melalui telinga dapat mempengaruhi kejiwaan, Ini terjadi karena didalam otak manusia, terdapat jutaan neuron dari sirkuit secara unik menjadi aktif ketika kita mendengar musik. Neuron-neuron ini menyebar ke berbagai daerah di otak, termasuk pusat auditori di belahan kiri dan belahan kanan. Mulai dari sinilah kaitan antara musik dan kecerdasan terjadi.
Penelitian bagaimana pengaruh musik terhadap kecerdasan juga dilakukan oleh psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of California-Irvine, Amerika Serikat pada tahun 1994. Hasil penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa erat kaitan antara kemahiran bermusik dengan penguasaan level matematika yang tinggi, dan keterampilan-keterampilan sains. Setelah delapan bulan, penelitian kedua pakar ini menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan program pendidikan musik, meningkat inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebesar 46% dibandingkan dengan anak-anak yang tidak diekspos oleh musik.
Bukan hanya sekedar kecerdasan spasial, musik juga meningkatkan kemampuan bahasa dan kosa kata anak serta logika yang pada akhirnya si anak mampu mengorganisasi ide dan mampu memecahkan masalah.

2.2.1 Pengaruh Musik Terhadap Otak Manusia
Membuat musik secara aktif berpengaruh pada perkembangan mental dan fisiologis otak. Kegiatan ini membantu pembentukan jalur-jalur saraf yang berhubungan dalam otak dan dengan cara mendorong terbentuknya hubungan antarsel otak. Membuat musik juga dapat mempengaruhi beberapa wilayah otak. Sebagai contoh, saluran informasi utama diantara kedua belahan bagian otak, yang dikenal corpus collossum, tumbuh lebih besar sebagai hasil dari stimulasi musik. Hal ini menghasilkan hubungan yang lebih efisien diantara kedua bagian otak, kemudian menghantarkan yang lebih baik antara koordinasi belahan kiri dan kanan otak. Dengan demikian terbentuklah proses mental dan fisik yang baik, termasuk didalamnya koordinasi tangan dan kemampuan melakukan berbagai macam tugas.
a.       Otak Manusia
Fungsi dan struktur otak terkait dengan seluruh kegiatan yaitu kegiatan mental, berpikir, emosi dan memori. Otak dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Kedua belahan itu terhubung oleh kabel-kabel saraf di bagian bawahnya. Secara umum, belahan otak kanan mengontrol sisi kiri tubuh, dan belahan otak kiri mengontrol sisi kanan tubuh.
Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan, atau yang lebih dikenal dengan Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).
Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.
Pengaruh Musik Terhadap Otak
Hasil penelitian Herry Chunagi (1996) Siegel (1999), yang didasarkan atas teori neuron (sel kondiktor pada sistem saraf), menjelaskan bahwa neuron akan menjadi sirkuit jika ada rangsangan musik, rangsangan yang berupa gerakan, elusan, suara mengakibatkan neuron yang terpisah bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak. Semakin banyak rangsangan musik diberikan akan semakin kompleks jalinan antarneuron itu. Itulah sebenarnya dasar adanya kemampuan matematika, logika, bahasa, musik, dan emosi pada anak
Dr. Dee Joy Coulter (1995) pendidik neuroscience dan penulis buku Early Childhood Connections: The Journal of Music and Movement-Based Learning, mengklasifikasikan lagu-lagu, gerakan dan permainan anak sebagai latihan untuk otak yang brilian, yang mengenalkan anak pada pola bicara, keterampilan-keterampilan sensory motor, dan strategi gerakan yang penting. Tak hanya perkembangan bahasa dan kosa kata anak meningkat melalui permainan yang mengandung musik, namun juga logika dan keterampilan-keterampilan beriramanya. Logika membuat anak nantinya mampu mengorganisasi ide dan mampu memecahkan masalah. Karena berbagai manfaat yang didapat dari musik, pendidikan prasekolah pun menggunakan musik sebagai bagian dari proses pendidikan
Penelitian terhadap musik ini awalnya dipublikasikan oleh The Chinese University Of Hong Kong. Peneliti mengobservasi 90 anak berusia antara 6 dan 15 tahun. Sebagian anak dari sekolah musik orkestra senar, dan sisanya tidak mengikuti latihan musik. Penelitian lainnya dilakukan oleh University Of Toronto, dengan mengikutsertakan 144 anak usia 6 tahun yang secara acak ditunjuk untukmengikuti les piano, vokal, atau tidak mengikuti les sama sekali,selama setahun.
Hasil penelitian mengemukakan, bahwa pelajaran instrumen musik dapat memicu kemampuan matematika dan IQ secara keseluruhan. Hasilnya menunjukkan, anak-anak yang mengikuti pelajaran musik, semakin baik perkembangan otaknya.
Sedangkan penelitian di McMaster University dan Rotman Research Institute Toronto menyimpulkan,bahwa pelajaran musik 4 bulan saja sudah dapat meningkatkan perkembangan otak. Penelitian dilakukan dengan mengamati aktivitas neuronal anak-anak usia 4-6 tahun yang mengikuti pelajaran musik selama setahun.
Setelah dibandingkan, otak anak-anak yang mengikuti musik selama setahun, lebih berkembang. Kemampuan untuk mengingat suatu deretan angka juga lebih tajam dari pada kelompok anak yang tidak mengikuti pelajaran musik. Dari sini terlihat bahwa musik mempunyai andil dalam perkembangan otak anak-anak.
Usia yang ideal untuk memulai pelajaran musik antara 3 – 6 tahun. Pada usia tersebut masa terbaik perkembangan pendengaran. Selain itu, usia 8 – 9 tahun, otak kanan dan kiri akan terhubung dan mengalami penebalan pada penghubung otak kanan dan kiri. Apabila diberikan pendidikan musik sebelum usia 8tahun, maka dapat meningkatkan kecerdasan anak. Hal ini telah banyak dibuktikan di negara-negara maju. Tak heran apabila musik dipakai sebagai kurikulum wajib.
Semakin muda usia mengecap pendidikan musik, maka semakin pintar anak mereka. Itulah stigma yang ada pada orangtua. Dengan cara ini, biaya pendidikan anak bisa diperkcil dengan hasil maksimal.
2.2.2. Pengaruh Musik Terhadap Kecerdasan Kognitif
Kognitif merupakan semua proses dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktivitas mental seperti mengingat, mensimbolkan, mengkategorikan, memecahkan masalah, menciptakan dan berfantasi. 
Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memberikan rangsangan-rangsangan yang kaya untuk segala aspek perkembangan secara kognitif dan kecerdasan emosional (emotional intelligent). Roger Sperry (1992) dalam Siegel (1999) penemu teori Neuron mengatakan bahwa neuron baru akan menjadi sirkuit jika ada rangsangan musik sehingga neuron yang terpisah-pisah itu bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak, sehingga terjadi perpautan antara neuron otak kanan dan otak kiri itu.
Mengacu pada perkembangan kognitif dari Piaget (1969) dalam teori belajar yang didasari oleh perkembangan motorik, maka salah satu yang penting yang perlu distimulasi adalah keterampilan bergerak. Melalui keterampilan motorik anak mengenal dunianya secara konkrit. Dengan bergerak ini juga meningkatkan kepekaan sensori, dan dengan kepekaan sensori ini juga meningkatkan perkiraan yang tepat terhadap ruang (spatial), arah dan waktu. Perkembangan dari struktur ini merupakan dasar dari berfungsinya efisiensi pada area lain. Kesadaran anak akan tempo dapat bertambah melalui aktivitas bergerak dan bermain yang menekankan sinkronis, ritme dan urutan dari pergerakan. Kemampuan-kemampuan visual, auditif dan sentuhan juga diperkuat melalui aktivitas gerak.
Gallahue, (1998) mengatakan, kemampuan-kemampuan seperti ini makin dioptimalkan melalui stimulasi dengan memperdengarkan musik klasik. Rithme, melodi, dan harmoni dari musik klasik dapat merupakan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan belajar anak. Melalui musik klasik anak mudah menangkap hubungan antara waktu, jarak dan urutan (rangkaian) yang merupakan keterampilan yang dibutuhkan untuk kecakapan dalam logika berpikir, matematika dan penyelesaian masalah.
Selain itu juga, Gordon Shaw (1996) mengatakan kecakapan dalam bidang yakni matematika, logika, bahasa, musik dan emosi bisa dilatih sejak kanak-kanak melalui musik. Dengan melakukan penelitian membagi 2 kelompok yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen melalui pendidikan musik sehingga sirkuit pengatur kemampuan matematika menguat.
Musik berhasil merangsang pola pikir dan menjadi jembatan bagi pemikiran-pemikiran yang lebih kompleks. Didukung pula oleh Martin Gardiner (1996) dalam Goleman (1995) dari hasil penelitiannya mengatakan seni dan musik dapat membuat para siswa lebih pintar, musik dapat membantu otak berfokus pada hal lain yang dipelajari. Jadi, ada hubungan logis antara musik dan matematika, karena keduanya menyangkut skala yang naik turun, yaitu ketukan dalam musik dan angka dalam matematika.
Daryono Sutoyo, Guru Besar Biologi UNS Solo, melakukan penelitian (1981) tentang kontribusi musik yaitu menstimulasi otak, mengatakan bahwa pendidikan kesenian penting diajarkan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) agar peserta didik sejak dini memperoleh stimulasi yang seimbang antara belahan otak kiri dan belahan otak kanannya. Bila mereka mampu menggunakan fungsi kedua belahan otaknya secara seimbang, maka apabila mereka dewasa akan menjadi manusia yang berpikir logis dan intutif, sekaligus cerdas, kreatif, jujur, dan tajam perasaannya.
Implementasi dari penelitian tersebut, pendidikan kesenian sewaktu di SD mempengaruhi keberhasilan studi pada pendidikan berikutnya yaitu di SMP, dan begitu juga dengan pendidikan kesenian di SMP kan mempengaruhi keberhasilan studi pada masa di SMA. Dan kesenian di SMA, mau tidak mau menjadii factor penentu dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang baik.
2.2.3 Pengaruh Musik Terhadap Kecerdasan Emosi
            Sternberg dan Salovery (1997) mengemukakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali emosi diri, yang merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali perasaannya sendiri sewaktu perasaan atau emosi itu muncul, dan ia mampu mengenali emosinya sendiri apabila ia memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka yang sesungguhnya dan kemudian mengambil keputusan-keputusan secara mantap.
Masa kanak-kanak adalah masa yang paling menakjubkan, semua dasar-dasar pertumbuhan berkembang pada masa ini. Musik bagi anak dapat berperan sebagai wahana yang dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan. Dapat berwujud pernyataan atau pesan dan memiliki daya yang dapat menggerakkan hati, berwawasan citarasa keindahan. Musik melalui nyanyian dapat menyalurkan, mengendalikan, menimbulkan perasaan tertentu seperti rasa senang, lucu, haru dan kagum. Hal ini sangat erat berkaitan dengan perkembangan emosi, perkembangan psikomotorik anak juga dapat berkembang melalui musik, misalnya pada saat anak senam.
Kemampuan anak dalam mengungkapkan pikiran melalui nada, emosi (rasa) dan gerak dapat dikembangkan melalui musik. Pada hakekatnya musik merupakan bahasa nada karena musik dapat didengar, dikomunikasikan melalui nada. Musik juga merupakan bahasa emosi karena dapat mengungkapkan perasaan tertentu seperti senang, lucu, haru atau kagum. Melalui gerakan nyanyian/musik memiliki bahasa gerak, karena musik memiliki birama (ketukan tetap dan teratur), irama (panjang pendek bunyi) dan metodi (tinggi rendah nada). Menurut John M. Ortiz (2002: 149), musik dapat menjadi stimulan yang sehat dan aman.
Menurut Siegel (1999) ahli perkembangan otak, mengatakan bahwa musik dapat berperan dalam proses pematangan hemisfer kanan otak, walaupun dapat berpengaruh ke hemisfer sebelah kiri, oleh karena adanya cross-over dari kanan ke kiri dan sebaliknya yang sangat kompleks dari jaras-jaras neuronal di otak.
Efek atau suasana perasaan dan emosi baik persepsi, ekspresi, maupun kesadaran pengalaman emosional, secara predominan diperantarai oleh hemisfer otak kanan. Artinya, hemisfer ini memainkan peran besar dalam proses perkembangan emosi, yang sangat penting bagi perkembangan sifat-sifat manusia yang manusiawi.
Kehalusan dan kepekaan seseorang untuk dapat ikut merasakan perasaan orang lain, menghayati pengalaman kehidupan dengan “perasaan”, adalah fungsi otak kanan, sedang kemampuan mengerti perasaan orang lain, mengerti pengalaman dengan rasio adalah fungsi otak kiri.
Kemampuan mengelola emosi merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan perasaannya sendiri sehingga tidak meledak dan akhirnya dapat mempengaruhi perilakunya secara wajar. Misalnya seseorang yang sedang marah maka kemarahan itu tetap dapat dikendalikan secara baik tanpa harus menimbulkan akibat yang akhirnya disesali di kemudian hari.
Kepekaan akan rasa indah timbul melalui pengalaman yang dapat diperoleh dari menghayati musik. Kepekaan adalah unsur yang penting guna mengerahkan kepribadian dan meningkatkan kualitas hidup. Seseorang memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka maka ia akan dapat mengambil keputusan-keputusan secara mantap dan membentuk kepribadian yang tangguh. Kemampuan motivasi adalah kemampuan untuk memberikan semangat kepada diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Dalam hal ini terkandung adanya unsur harapan dan optimisme yang tinggi, sehingga memiliki kekuatan semangat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, misalnya dalam hal belajar. Seperti apa yang kita cita-citakan dapat diraih dan mengisyaratkan adanya suatu perjalanan yang harus ditempuh dari suatu posisi di mana kita berada ke titik pencapaian kita dalam kurun waktu tertentu.
Kemampuan membina hubungan bersosialisasi sama artinya dengan kemampuan mengelola emosi orang lain. Evelyn Pitcer dalam Kartini (1982) mengatakan musik membantu remaja untuk mengerti orang lain dan memberikan kesempatan dalam pergaulan sosial dan perkembangan terhadap emosional mereka.
Kecerdasan emosional perlu dikembangkan karena hal inilah yang mendasari keterampilan seseorang di tengah masyarakat kelak, sehingga akan membuat seluruh potensi anak dapat berkembang secara lebih optimal.
Idealnya seseorang dapat menguasai keterampilan kognitif sekaligus keterampilan sosial emosional. Daniel Goleman (1995) melalui bukunya yang terkenal “Emotional Intelligences (EQ)”, memberikan gambaran spectrum kecerdasan, dengan demikian anak akan cakap dalam bidang masing-masing namun juga menjadi amat ahli. Sebagaimana dikatakan oleh para ahli, perkembangan kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh rangsangan musik seperti yang dikatakan Gordon Shaw (1996).
Proses mendengar musik merupakan salah satu bentuk komunikasi afektif dan memberikan pengalaman emosional. Emosi yang merupakan suatu pengalaman subjektif yang inherent terdapat pada setiap manusia. Untuk dapat merasakan dan menghayati serta mengevaluasi makna dari interaksi dengan lingkungan, ternyata dapat dirangsang dan dioptimalkan perkembangannya melalui musik sejak masa dini.
Campbell 2001 dalam bukunya efek Mozart mengatakan musik romantik (Schubert, Schuman, Chopin, dan Tchaikovsky) dapat digunakan untuk meningkatkan kasih sayang dan simpati.
Musik digambarkan sebagai salah satu “bentuk murni” ekspresi emosi. Musik mengandung berbagai contour, spacing, variasi intensitas dan modulasi bunyi yang luas, sesuai dengan komponen-komponen emosi manusia.
Musik Lingkungan sangat berpengaruh terhadap pembentukan emosi anak. Salah satunya peran orang tua di dalam keluarga akan membentuk “cetakan” emosi seorang anak yang akan berpengaruh besar pada perilakunya sehari-hari. Gaya pengasuhan yang berbeda pada setiap orang tua akan mempengaruhi kepribadian anak. Gaya pengasuhan yang baik adalah orang tuayang pemurah – permisif. Gaya ini disebut pemurah dan permisif karena orang tua yang tergolong demikian adalah orang tua yang memberikan kebebasan kepada anak untuk bergerak, tidak terlalu banyak menuntut atau melarang anak. Orang tua yang pemurah permisif adalah orang tua yang hangat, suka merawat dan terlibat dengan anak, tetapi tidak mengontrol anak walaupun tidak terlalu ketat. Belajar musik merupakan kegiatan yang positif bagi anak. Kegiatan ini mampu mengasah kemampuan fisik, mental sekaligus kepekaan emosi sesorang anak secara seimbang.



BAB III
KESIMPULAN

Musik merupakan hal yang sering kali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari masyarakat awam hingga yang sangat mendalami musik. Musik dapat dijadikan sarana untuk mengekspresikan perasaaan dan pikiran. Selain itu, music memiliki jenis yang beragam, sehingga banyak penikmat music yang memiliki ketertarikan dengan genre yang berbeda.
           
Musik juga dapat menunjang kreativitas dan kecerdasan seseorang. Menurut berbagai sumber dan penelitian, anak yang pada saat kecil sudah dikenalkan dengan musik, memiliki kecerdasan yang lebih dari pada teman-teman sebayanya. Yang ditandai dengan lebih aktif dan lebih kreatif diantara teman-temannya yang lain.

Oleh karena itu, music memiliki peranan penting dalam pengembangan otak anak, sehingga anak menjadi lebih kreatif dan lebih aktif di dalam masyarakatnya. Musik dapat merangsang otak agar lebih responsive terhadap rangsangan yang datang.



DAFTAR PUSTAKA



http://www.gelombangotak.com/Manfaat-Musik-Kecerdasan-Anak.htm

Minggu, 22 November 2015

KUALITAS PENDIDIKAN DAERAH TERPENCIL DI INDONESIA

KATA PENGANTAR

Puji Syukur saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Kualitas Pendidikan Daerah Terpencil di Indonesia” dengan baik, walaupun terdapat hambatan dalam penulisan ilmiah ini.

Saya sangat berharap karya ilmiah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai kondisi kualitas pendidikan daerah terpencil di Indonesia. Selain itu, saya berharap agar karya ilmiah ini dapat memberi hal positif dalam kehidupan dan menginspirasi pembaca untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia.

Saya menyadari dalam penulisan karya ilmiah ini masih terdapat banyak kekurangan. oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk saya selaku penulis untuk lebih baik lagi dalam penulisan karya ilmiah di masa depan.



BAB I
PENDAHULUAN

Wilayah Indonesia terdiri atas ribuan pulau dan memiliki beragam suku bangsa dengan kekayaan adat yang berbeda-beda. Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga jika di kaitkan dengan pendidikan, hanya pendidikan di wilayah atau daerah yang dapat di jangkau  pemerintah pusat dan pemerintah daerah sajalah yang di perhatikan, sedangkan pendidikan di daerah-daerah terpencil terabaikan atau tidak mendapat perhatian. Hasilnya masyarakat di daerah terpencil kurang atau bahkan tidak pernah merasakan bangku pendidikan yang sempurna, selayaknya masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan, padahal peran pendidikan saat ini sangat berpengaruh terhadap kualitas suatu negara.
Pendidikan adalah salah satu pemutus tali kemiskinan. Pendapat itu sepertinya telah lama kita kenal. Akan tetapi sudahkah bangsa ini membiarkan rakyatnya berpesta pora merayakan pendidikan? Sudahkah setiap warga negara di negeri ini mengenyam pendidikan hingga ke jenjang yang paling tinggi? Jawabannya; belum. Pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia yang diwacanakan oleh pemerintah pun ternyata belum membuat semua lapisan masyarakat Indonesia khususnya daerah perbatasan dan pedalaman belum menikmati pendidikan dengan selayaknya. Contohnya di Pulau Kalimantan, Pulau Irian Jaya, Pulau NTB, Pulau NTT, dan sebagainya. Program pendidikan sekolah gratis di Indonesia yang diumbar para wakil rakyat ketika akan dipilih hanya omong kosong belaka. Sekolah negeri yang oleh pemerintah ditujukan untuk menampung masyarakat miskin agar dapat menempuh pendidikan ternyata lebih banyak diisi oleh masyarakat kelas menegah atas. Masyarakat miskin terpaksa menyekolahkan anaknya ke Sekolah swasta yang tentu saja memerlukan biaya pendidikan yang tidak sedikit.
Krisis global semakin membuat kehidupan yang sudah sulit menjadi semakin rumit bahkan telah menjadi suatu dilema dan masalah klasik yang tidak pernah kunjung selesai. Permasalahan yang kian nampak dan semakin menjadi-jadi adalah semakin meningkatnya jumlah penduduk miskin di Indonesia yang berdampak pada rendahnya tingkat pendidikan yang dapat dirasakan oleh mereka.

BAB II
POKOK BAHASAN

A.    MASALAH PENYEBAB RENDAHNYA PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL

1.   Biaya Pendidikan
Penduduk daerah terpencil biasanya telah membiasakan anak-anak mereka untuk bekerja sejak usia dini, untuk membantu pekerjaan orang tuanya. Hal ini dikarenakan keterbatasan materi yang mereka miliki, atau dengan kata lain karena perekonomian keluarga di daerah yang sangat terbatas. Maka akan sulit menyarankan atau membujuk para orang tua di daerah terpencil untuk menyekolahkan anak-anaknya. Apabila mereka memutuskan untuk menyekolahkan anak mereka, maka mereka akan harus menyiapkan uang untuk membayar biaya sekolah. Padahal untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit, terlebih apabila anak mereka sekolah. Hal tersebut akan  menyebabkan pendapatan mereka dalam sehari pun menjadi kurang. Oleh sebab itu, mereka enggan untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang memiliki fasilitas yang memadai, karena sekolah yang fasilitasnya memadai cenderung biaya sekolahnya mahal bagi mereka.

2.   Sarana dan Prasarana yang kurang memadai
Menjalankan proses pendidikan di daerah terpencil mungkin akan menjadi sulit baik bagi para staff guru maupun murid, dikarenakan susahnya akses menuju sekolah. Ada beberapa daerah yang apabila ke sekolah maka para siswanya harus menyeberangi danau atau sungai terlebih dahulu, dan tidak ada kendaraan yang memfasilitasi kebutuhan transportasi tersebut. Atau letak sekolah yang sangat terpencil sehingga tidak banyak orang yang tahu jalan menuju ke sana.

Selain itu, fasilitas pendukung belajar seperti buku-buku sumber dan sarana lain seperti laboratorium dan arus listrik yang mendukung kegiatan pembelajaran belum dimiliki oleh sekolah.
Masih terdapat kondisi sekolah yang tidak layak dikarenakan dengan lantai tanah berdebu, plafon yang pecah, bangku dan kursi yang miring ke kiri dan ke kanan khususnya di daerah terpencil.

Anak-anak yang bersekolah di daerah terpencil harus rela belajar dengan fasilitas yang sangat minim dan keadaan yang tidak kondusif untuk belajar. Misalnya saja, papan tulis yang digunakan masih blackboard yang masih menggunakan kapur. Itu pun dengan keadaan papan yang sudah rusak atau persediaan kapur yang sangat terbatas.

Sekolah-sekolah tersebut biasanya belum memiliki laboratorium beserta peralatannya, perpustakaan, dan fasilitas lain yang seharusnya dimiliki oleh sebuah sekolah. Kamar mandinya pun dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Siswa jarang ada yang memiliki buku dan  alat tulis. Kondisi seperti ini sebenarnya tidaklah layak untuk proses belajar-mengajar.

3.   Guru yang kurang professional
Dalam pendidikan, guru merupakan salah satu komponennya. Oleh sebab itu peran guru sangat berpengaruh dalam kualitas pendidikan.

Berdasarkan dari banyak pengalaman yang menyatakan bahwa Fakta yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa banyak para guru yang enggan mengajar di daerah terpencil dengan beragam alasan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Berg (2006) menemukan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan keengganan para guru untuk mengajar di daerah terpencil adalah letak sekolah yang sulit dijangkau.

Selain itu, minimnya fasilitas dan hiburan. Hal ini dikarenakan jauh dari pusat keramaian, fasilitas tempat tinggal yang kurang memadai. Akibatnya banyak guru yang merasa tidak nyaman dan mengajukan pindah ke sekolah yang berada di perkotaan.

Saat ini sulit mencari guru yang dengan sukarela mau mengajar di sekolah-sekolah di daerah terpencil. Masalah utamanya adalah gaji yang jelas akan jauh lebih rendah bila deibandingkan dengan mengajar di kota-kota besar. Faktor lainnya adalah tempat tinggal, untuk mengajar di daerah terpencil, guru harus berangkat pagi-pagi dari rumahnya atau cara terbaik adalah tinggal di daerah itu juga. Hal ini jarang diminati oleh para guru, karena prosesnya akan mempersulit kahidupan mereka tentunya. Meskipun banyak faktor yang menyebabkan merosotnya mutu pendidikan, namun guru dapat dikatakan merupakan salah satu faktor penentu dan berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Masalah lainnya, dedikasi yang mereka berikan tidak berangkat dari kompetensi dan spesifikasi ilmu yang mereka miliki. Selain itu, guru-guru hanya berbuat sebatas apa yang mereka tahu, tanpa mengikuti panduan yang berlaku umum. Dengan demikian berdampak pada kualitas proses karena guru-guru belum memiliki spesifikasi profesionalitas untuk jenjang pendidikan pada satuan itu.

4.   Alokasi Anggaran rendah untuk pendidikan di daerah
Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. Akibatnya, sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Dalam APBN 2005 hanya 5,82% yang dialokasikan untuk pendidikan. Sedangkan alokasi yang digunakan untuk membayar hutang yaitu 25% dari APBN. Selain itu, di daerah-daerah, terutama desa-desa/kampung-kampung miskin, pemerintah daerah harus mampu mendorong terjadinya revolusi atau perubahan radikal dalam menangani dunia pendidikan termasuk penyediaan anggaran 20% dari APBD seperti yang “dianjurkan” UUD 1945 yang telah diamandemen.

5.   Kurang adanya perhatian dari pemerintah terhadap sekolah terpencil
Pemerintah biasanya luput akan pendistribusian peralatan dan perlengkapan sekolah di daerah-daerah terpencil, sehingga sekolah-sekolah di daerah terpencil sangat sedikit, dan biasanya kondisinya pun sudah memprihatinkan.

Dalam penerapan kurikulum 2013, Menurut pernyataan Kepala Sekolah dari salah satu sekolah, yang menyatakan bahwa “Rencana penambahan jam belajar siswa di sekolah mencerminkan bahwa Kemendikbud tidak melihat kondisi sekolah-sekolah di daerah kecil ”. Selain itu, menambah jam pelajaran bukanlah solusi yang baik dan tepat sebelum komponen-komponen dalam pendidikan diperbaiki.

B.     DAMPAK DARI RENDAHNYA PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL

1.   Kualitas sumber daya manusia menjadi rendah
Rendahnya kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu dampak dari kondisi sekolah yang tidak layak. Sumber daya manusia (SDM) merupakan potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk  mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial. Selain itu, kualitas sumber daya manusia dapat mencerminkan kualitas pendidikan dari negara tersebut. Apabila anak-anak sebagai sumber daya manusia (SDM) yang sangat potensial tidak dikembangkan, maka nantinya mereka akan menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas rendah. Selain itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu tolak ukur kemajuan sebuah Negara.
2.   Pendidikan yang buruk
Selain SDM yang rendah, kondisi sekolah yang tidak layak dapat berdampak pendidikan yang buruk. Pendidikan yang buruk dapat dilihat dari kualitas SDM-nya. Hal ini dipengaruhi oleh sistem pembelajaran yang tidak sesuai dengan standar yang ada. Guru yang tidak profesional juga merupakan salah satu faktor ketidaksesuaian pembelajaran. Pendidikan yang buruk dapat berakibat negeri kita kedepannya makin terpuruk.

3.   Menurunkan minat belajar siswa
Kondisi sekolah yang tidak layak dapat membuat minat siswa turun. Mereka akan merasa tidak nyaman dengan kondisi pembelajaran yang mereka ikuti. Fasilitas yang ada di dalam sekolah yang tidak layak hanya seadanya. Dengan demikian, siswa akan merasa enggan untuk ke sekolah. Selain itu, minat belajar dari siswa pun masih tergolong rendah, dikarenakan belum pahamnya akan pentingnya sebuah pendidikan untuk meningkatkan derajat hidup seseorang.

4.   Mutu Pendidikan di Indonesia masih rendah
Dewasa ini, biaya sekolah semakin mahal. Hal ini menyebabkan mutu pendidikan di Indonesia yang masih rendah, karena sekolah-sekolah gratis yang terdapat di daerah terpencil dan segala sesuatunya tidak dapat menunjang bangku persekolahan, bahkan terdapat kalangan menengah keatas yang bersekolah di sekolah gratis yang ditujukan kepada orang kalangan menengah kebawah. Selain itu alokasi dana untuk pendidikan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Keadaan tersebut memaksa sekolah yang berada di daerah terpencil hanya menggunakan fasilitas yang ada. Fasilitas mereka yang tidak layak untuk pembelajaran membuat proses pembelajaran terganggu, dan berakibat rendahnya mutu pendidikan di sekolah tersebut.



C.    SOLUSI UNTUK PENDIDIKAN DI DAERAH TERPENCIL

1.      Pendidikan Harus Dijadikan Prioritas dalam Pembangunan Negara
Pendidikan harus dijadikan prioritas dalam negara, karena dengan pendidikan akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Apabila manusia yang ada memiliki intelektual tinggi, mereka akan mudah bersaing dalam persaingan global. Dengan demikian, negara kita tidak akan menjadi negara yang tertinggal. Sehingga pembangunan negara akan semakin maju. Oleh sebab itu, perhatian pemerintah terhadap pendidikan sangatlah diharapkan untuk kelancaran dalam penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran.

2.      Guru yang profesional dan Merata
Untuk mengatasi masalah guru dapat dilakukan beberapa cara antara lain:
1.    Mengangkat Guru Honor (dilakukan dengan dukungan dana BOS)
2.    Mengangkat Guru Kontrak (program bank dunia yang sudah ditiadakan)
3.    Mengangkat Guru baru (tergantung kuota)
4.    Mutasi berkala dan terbuka
5.    Mutasi horisontal dan vertikal
6.    Penugasan/pergerakan guru ke daerah/sekolah yang kurang guru dari sekolah yang cukup guru (mobile teacher). Selain itu, seharusnya pemerintah memberikan bantuan kesejahteraan bagi tenaga didik yang bertugas di daerah terpencil agar mereka senantiasa dengan senang hati dan ke-ikhlas-an dalam menjalankan pekerjaannya dan tidak merasa dibebani.

3.      Kurikulum yang Tepat
Sebelum menerapkan kurikulum yang baru, sebaiknya kurikulum yang sudah diterapkan, diperbaiki terlebih dahulu dengan mekanisme dan proses yang di standarkan. Dengan begitu, sekolah tersebut dapat memperbaiki kualitas pembelajarannya. Jadi, walaupun sarana dan prasarana kurang memadai tetap menjadikan sekolah tersebut berkualitas dalam pembelajarannya (materi).

4.      Memiliki Sistem Administrasi dan Birokrasi yang Baik dan Tidak Berbelit-belit
Sistem administrasi dan birokrasi yang baik dan tidak berbelit-belit yaitu anggaran yang transparan dan biaya yang tidak membebankan bagi masyarakat menengah kebawah. Hal ini sangat diharapkan agar semua kalangan dapat menikmati pendidikan tanpa terbebani oleh biaya yang memberatkan bagi mereka (khususnya menengah kebawah). Karena masalah utama dari pendidikan adalah dari sector biaya.

5.      Kesadaran Masyarakat
Masyarakat dapat berperan serta dalam memperbaiki fasilitas yang  ada, agar di daerah terpencil tetap memiliki fasilitas yang layak. Sehingga siswa merasa nyaman dalam proses belajar-mengajar. Walaupun dengan biaya yang minim, masyarakat dapat bergotong-royong untuk memperbaiki fasilitas agar lebih baik. Selain itu, dengan bergotong-royong dapat menumbuhkan rasa peduli dari masyarakat kepada pendidikan di daerahnya.

6.      Pemerataan Pendidikan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata pemerataan berasal dari kata dasar rata, yang berarti: 1) meliputi seluruh bagian, 2) tersebar kesegala penjuru, dan 3) sama-sama memperoleh jumlah yang sama. Sedangkan kata pemerataan berarti proses, cara, dan perbuatan melakukan pemerataan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemerataan pendidikan adalah suatu  proses, cara dan perbuatan melakukan pemerataan terhadap pelaksanaan pendidikan, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan pelaksanaan pendidikan.

Selain itu, Pemerataan dan perluasan pendidikan atau biasa disebut perluasan keempatan belajar merupakan salah satu sasaran dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Dalam usaha pemerataan pendidikan, diperlukan pengawasan yang serius oleh pemerintah. Pengawasan tidak hanya dalam bidang anggaran pendidikan, tetapi juga dalam bidang mutu, sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, perluasan kesempatan belajar pada jenjang pendidikan tinggi merupakan kebijaksanaan yang penting dalam usaha pemerataan pendidikan

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Pendidikan merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan oleh setiap manusia untuk menunjang kehidupannya. Pendidikan juga merupakan sebuah bekal untuk memperoleh dan memperkaya pengetahuan yang dimana akan meningkatkan sumber daya manusia itu sendiri. Namun, realitas yang terjadi di Indonesia adalah rendahnya tingkat pendidikan di sebagian daerah terpencil. Hal yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan di daerah terpencil adalah :
1.      Kurangnya Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan
2.      Kurangnya pemerataan pendidikan
3.      Kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap pendidikan di daerah terpencil yang masih memiliki akses yang sulit
4.      Rendahnya kesejahteraan guru
Hal – hal tersebut hanya dapat diatasi dengan kerja sama antara pemerintah dengan seluruh masyarakat untuk mengembangkan hal – hal yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar, kualitas pendidikan di didaerah tersebut, perubahan pola pikir terhadap pendidikan yang dimana pendidikan masih dianggap kurang penting dalam kehidupan, dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat sehingga mereka dapat mengembangkan pendidikan didaerah mereka.
B.     SARAN

Era globalisasi selalu menuntut adanya perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan nasional untuk menjadi lebih baik sehingga mampu bersaing dalam segala bidang. Cara yang dapat dilakukan bangsa Indonesia untuk menghadapi perkembangan dunia di era globalisasi agar tidak semakin ketinggalan dari negara-negara lain adalah dengan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikannya terutama di daerah-daerah terpencil. Peningkatan mutu dan kualitas  pendidikan di daerah terpencil tentunya harus ada kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Bagi  pemerintah pusat dan daerah harus memantau secara langsung bagaimana proses pembelajaran yang terjadi di daerah-daerah terpencil dan memberikan anggaran untuk  pembangunan dan melengkapi sarana dan prasarana sekolah. Bagi masyarakat, teruslah mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk membangun pendidikan di daerah terpencil. Bagi para pendidik, teruslah mendukung peserta didik dalam kegiatan belajarnya. Dan  bagi peserta didik, teruslah belajar untuk meraih cita-cita dan membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Dengan demikian, mutu dan kualitas pendidikan akan terus meningkat. Meningkatnya mutu dan kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik dan mampu membawa bangsa Indonesia bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.

Sumber :
·         http://news.okezone.com/read/2015/10/01/65/1224284/tantangan-pendidikan-di-daerah-terpencil
·         http://potret-online.com/index.php/news-flash/1385-potret-nasib-pendidikan-daerah-terpencil
·         https://oktean.wordpress.com/2012/05/19/pendidikan-layak-di-daerah-terpencil/
·         http://www.kompasiana.com/fhajar/pendidikan-di-daerah-terpencil_54f60122a33311c5028b482e
·         http://www.kaktusgenius.com/2013/11/nasib-pendidikan-di-daerah-terpencil.html